Pelajaran musik di sekolah sebaiknya dilaksanakan di ruang seni musik, yaitu ruangan khusus untuk bermain musik, bukan di ruang kelas biasa. Jika dilaksanakan di ruang kelas biasa sudah pasti akan mengganggu murid-murid dan guru lain di kelas sebelah, bahkan bisa terdengar hingga tiga ruang kelas di sebelahnya.
Memang jika dilakukan di ruang khusus musik, jadi tidak mengganggu? Tentu aja! Ruang khusus pelajaran musik biasanya berlokasi jauh dari ruang kelas lainnya, selain itu ruangan juga dilengkapi dengan peredam suara sehingga suara yang bocor ke ruangan lain tergolong samar, tidak terdengar jelas sehingga tidak akan mengganggu kegiatan lain.
Kelebihan Ruang Seni Musik yang Dilengkapi Peredam Suara
Ruang musik sekolah yang dilengkapi dengan peredam suara bukan hanya membuat murid dan guru lain tidak akan terganggu, peredam suara tersebut juga dapat meredam suara yang masuk ke dalam studio musik sehingga jika musik akan direkam maka hasilnya jauh lebih jernih.
Bukan hanya itu, jika sekolah berada di lingkungan padat penduduk atau tempat ibadah umum (bukan milik sekolah), suara musik juga berisiko terdengar hingga lingkungan sekitar, warga bisa melayangkan protes yang dapat memunculkan konflik. Oleh karena itu, ruang musik perlu dilengkapi dengan peredam suara.
Kenapa tidak meredam ruang kelas saja?
Jika di sekolah sama sekali tidak ada ruang musik, lalu memilih untuk meredam kelas maka setiap ruang kelas harus diredam, apalagi jika satu ruang kelas hanya digunakan untuk satu kelas tertentu.
Hal sebaliknya juga dapat terjadi, meskipun model pelajaran berpindah-pindah kelas seperti di perguruan tinggi, seluruh ruang kelas juga harus diredam agar saat pelajaran musik tidak kesulitan mencari ruangan yang ada peredamnya. Jika hanya satu-dua ruang kelas yang diredam, bisa jadi saat pelajaran musik mendapatkan ruang kelas yang tidak dilengkapi peredam.
Meredam seluruh ruang kelas yang ada di sekolah memerlukan biaya yang lebih banyak dibandingkan meredam satu atau dua ruang khusus seni musik.
Jadi, pilihan yang paling ideal adalah menyediakan ruangan khusus senin musik lalu melengkapinya dengan peredam suara.
Peredaman Ruang Musik Ada Dua Jenis
Peredaman yang perlu dilakukan pada ruang seni musik bukan hanya insulasi suara (soundproofing) untuk meredam kebocoran suara antar ruangan. Terdapat peredaman lain yang perlu dilakukan, yaitu peredaman gema (treatment akustik).
Apabila gema tidak diredam maka suara di dalam ruang musik akan kacau, suara alat musik akan saling tumpang tindih, suara vokal dan alat musik juga tumpang tindih, dapat terjadi feedback, dan jika dilakukan rekaman maka hasil rekaman sudah pasti buruk dan membuat telinga sakit.
Bagaimana Cara Meredam Ruang Musik Sekolah?
1. Insulasi Suara Terlebih Dahulu
Insulasi suara atau soundproofing wajib dilakukan terlebih dahulu karena material-material insulasi suara harus ditanam di dalam dinding, pintu, plafon dan lantai.
Peredaman dilakukan mulai dari bagian-bagian ruangan yang paling mudah ditembus oleh gelombang suara, yaitu plafon; pintu; jendela; dan lantai.
Untuk jendela, ada dua pilihan: ditutup secara permanen atau dibuat kedap suara, tapi dapat dibuka tutup. Jika jendela dibuat kedap suara tetapi tetap bisa dibuka tutup maka selama kegiatan pelajaran musik berlangsung, jendela tetap wajib ditutup rapat. Jendela hanya dapat dibuka saat ruang musik dibersihkan.
Selain itu, apabila ruang seni musik berada di lantai dasar maka lantai tidak wajib diredam. Tetapi, bagian drum wajib diberi panggung/riser. Sedangkan bila berada di lantai atas maka seluruh lantai wajib diredam.
2. Insulasi Suara Selesai, Lanjutkan Treatment Akustik
Bila insulasi telah selesai dikerjakan maka langkah selanjutnya adalah melakukan treatment akustik. Treatment akustik terdiri dari dua macam, yaitu menggunakan absorber dan menggunakan diffuser.
Panel absorber berfungsi untuk meredam gema dengan cara menyerap gelombang suara. Sementara panel diffuser berfungsi untuk meredam gema dengan cara memecah dan menyebarkan gelombang suara tersebut, sehingga gema tidak hanya berkurang, persebaran suara juga lebih merata.
Material Insulasi Ruang Musik Sekolah
Material insulasi atau sound proofing untuk ruang musik sekolah terdiri dari 2 bagian, yaitu material pengisi dan material penutup.
Material Pengisi
Material pengisi adalah material yang nantinya ditanam di antara permukaan existing ruangan dengan material penutup. Material pengisi yang paling umum digunakan adalah rockwool dan glass wool.
-
Rockwool
Rockwool merupakan material yang paling banyak digunakan untuk insulasi suara di seluruh dunia untuk berbagai macam ruangan. Terdiri dari berbagai jenis kepadatan.
Ketebalan rockwool memengaruhi tingkat peredamannya. Ketebalan yang disarankan adalah minimal 5 cm, sedangkan kepadatannya minimal 60 kg/m3.
-
Glasswool
Glasswool merupakan substitusi rockwool dengan harga yang jauh lebih murah. Namun, kepadatan dan ketebalannya di bawah rockwool. Ketebalan glass wool hanya 2,5 cm dan kepadatannya hanya 16 kg/m3.
Karena lebih tipis maka penggunaan glasswool wajib dibuat dua lapis agar menjadi 5 cm. Jangan khawatir, biaya total pemasangan glasswool 2 lapis tetap lebih hemat dibandingkan biaya pemasangan rockwool.
Material Penutup
Material penutup adalah lapisan yang berfungsi untuk menutupi rockwool maupun glasswool. Nantinya, lapisan penutup ini juga berfungsi sebagai media finishing interior.
Anda dapat menggunakan drywall atau gypsum board maupun GRC board. Gypsum board lebih mudah dibentuk dibandingkan GRC board, tetapi GRC board lebih kokoh.
Material Peredam Getaran
Selain dua material tersebut sebenarnya terdapat material lain, yaitu material peredam getaran. Namun, tidak wajib dipasang, sifatnya opsional. Material ini dipasang setelah rockwool/glasswool dan sebelum material penutup.
Material peredam yang umum digunakan adalah rubber sheet (karet lembaran). Selain itu ada pula MLV yang terbuat dari berbagai jenis material (setiap produsen MLV menggunakan material pembuatan yang berbeda), umumnya dari resin maupun PVC.
Panel Akustik Ruang Musik Sekolah
1. Fabric Absorber
Fabric absorber merupakan panel absorber yang finishingnya terbuat dari kain berpori. Dapat dipasang pada dinding maupun plafon. Absorber ini efektif menyerap suara pada frekuensi middle hingga high.
2. Perforated Absorber
Perforated absorber merupakan panel absorber yang finishignnya terbuat dari panel berperforasi/berlubang. Panel ini juga efektif menyerap pada middle dan high frequency, tetapi dapat menargetkan frekuensi tertentu secara spesifik.
Biasanya digunakan karena terdapat frekuensi tertentu yang terlalu mendominasi dan tidak cukup jika hanya diredam menggunakan fabric absorber.
3. Bass Trap Absorber
Bass trap absorber adalah panel absorber yang berfungsi untuk meredam low frequency di bawah 100 Hz. Ia juga dapat meredam frekuensi lain, tetapi jangkauan frekuensi rendahnya lebih panjang. Sementara fabric dan perforated absorber tidak dapat menyerap frekuensi di bawah 100 Hz.
4. Linear Diffuser
Linear diffuser merupakan panel diffuser 1D atau satu arah. Setelah gelombang suara dipecah, suara akan disebarkan secara vertikal saja atau secara horizontal saja.
5. Skyline Diffuser
Skyline diffuser merupakan panel diffuser 2D (dua arah). Gelombang suara yang telah dipecah akan disebarkan secara vertikal sekaligus horizontal.
Material-material insulasi dan panel-panel akustik di atas akan membuat kualitas dan kejernihan suara di dalam ruang seni musik meningkat serta tidak akan mengganggu kegiatan lain di luar ruang musik.
Seluruh material dan panel akustik tersebut dapat Anda beli di Tokopedia MyStudio Acoustic. Tidak tahu cara memasangnya? Ingin membuat ruang musik untuk sekolah siap pakai? MyStudio Acoustic juga dapat melakukannya. Kami siap membantu Anda membangun ruang musik untuk sekolah hingga ruangan 100% siap digunakan. Konsultasi lebih lanjut silakan hubungi WhatsApp kami atau KLIK DI SINI.