Jika Anda mencari terjemahan echo di Google Translate maka Anda akan mendapatkan terjemahannya sebagai “gema”. Di bagian bawah, terdapat alternatif terjemahan lain, yaitu “gaung”.
Sekarang, coba Anda cari terjemahan “reverberation” melalui Google Translate. Hasilnya juga sama “gema” dengan alternatif terjemahan “gaung”.
Jika Anda menggunakan mesin penerjemah lain seperti Papago, hasilnya pun juga sama. Keduanya akan diterjemahkan sebagai “gema”. Padahal, sebenarnya echo dan reverb memiliki makna yang berbeda. Begitu pula dengan gema dan gaung.
Apa Itu Echo?
Echo (gema) merupakan pengulangan suara yang lebih tenang, berbeda, dan dalam waktu yang berbeda, disebabkan oleh pantulan suara akibat menabrak suatu permukaan yang keras kemudian pantulan tersebut dikembalikan ke pendengar.
Fenomena ini secara umum terjadi karena terdapat jarak yang cukup antara pendengar dan permukaan tersebut. Pemantulan kembali ke pendengar setelah suara asli berhenti. Jarak ini sangat penting untuk jenis efek gema pada proses perekaman yang Anda inginkan.
Rekaman di ruangan yang besar dengan jarak dinding yang jauh menyebabkan gema yang lebih lama. Sedangkan rekaman di ruangan yang lebih kecil dengan jarak dinding yang dekat menghasilkan gema yang lebih rapat.
Tempat-Tempat Terjadinya Gema
Pada kehidupan nyata, gema dapat didengar di alam. Baik di gunung maupun tebing. Orang-orang banyak yang menikmati berteriak di tempat-tempat tersebut untuk mendengarkan suara mereka yang bergema.
Gema dapat menjadi efek audio yang diinginkan seperti pada sonar maupun produksi musik. Namun. bisa juga menjadi hal yang tidak diinginkan seperti yang terjadi saat menelepon maupun melakukan video call.
Penemuan sound card menjadikan Anda dapat memberikan efek gema yang Anda inginkan baik saat rekaman maupun saat live performance.
Bagaimana Cara Mengatasi Gema?
Bunyi dengan mudah diserap oleh permukaan-permukaan yang lunak. Trik untuk mengurangi gema adalah menyingkirkan permukaan-permukaan yang keras sebanyak mungkin sebelum melakukan rekaman.
Coba gunakan permukaan yang lunak sebagai sound absorber. Untuk lantai, karpet dapat bekerja dengan baik. Melapisi dinding dengan panel absorber merupakan Tindakan yang tepat dari seorang produser lagu/musik.
Sementara bagian plafon dapat diberi acoustic clouds (panel absorber yang digantung). Trik ini akan membuat Anda hanya mendengarkan gema yang Anda inginkan maupun sama sekali tidak ada gema.
Apa Itu Reverb?
Reverberation (gaung) pantulan suara pendek yang disebabkan oleh gelombang suara yang memantul kembali dari suatu permukaan yang keras ke permukaan keras lainnya.
Gaung biasanya terjadi pada ruangan yang kecil, di mana pantulan terjadi di berbagai permukaan dengan sangat cepat sehingga menumpuk di atas satu sama lain. Inilah fenomena yang terjadi ketika Anda bernyanyi di kamar mandi.
Ketika merekam musik maupun bermain musik secara live, reverb memberikan kesan lebih hidup pada sebuah lagu, memberikan lebih banyak warna. Contohnya adalh pada musik rock, di mana efek reverberation sangat sering ditambahkan oleh para produser untuk memberikan “pemanis” tambahan.
Penggunaan reverberation yang baik merekam ulang sebuah track menggunakan beberapa mikrofon yang berbeda dan saling terpisah.
Reverberation menyatukan suara seolah semua dilakukan dalam waktu yang sama dan menggunakan cara/Teknik yang sama.
Tempat di Mana Gaung Terdengar
Umumnya gaung dapat didengar di tempat yang sempit seperti kamar mandi maupun studio minimalis. Namun, reverberation juga dapat terdengar di tempat gym/fitness, restoran, dan tempat-tempat yang penuh keramaian karena ketika suara bercampur dengan kebisingan lain, akan tercipta efek yang sama dengan pantulan pendek yang saling bertumpuk satu sama lain.
Bagaimana Cara Mengatasi Reverberation?
Pada proses perekaman lagu/musik, efek gaung masih dibutuhkan. Namun, pada perekaman podcast, sebaiknya dihilangkan karena jika terjadi pantulan sedikit saja pada rekaman podcast maka akan terdengar berisik.
Anda bisa menghilangkannya menggunakan acoustic foam atau yang lebih dikenal dengan nama busa peredam.
Apakah Reverberation Sama dengan Delay?
Secara teknis gaung merupakan jenis delay di mana Anda juga akan mulai mendengar pantulan suara secara bersamaan, tepatnya sepersekian milidetik setelahnya. Bunyi asli dan bunyi pantulan mencapai telinga Anda secara bersamaan.
Sementara delay umumnya muncul beberapa milidetik setelah suara asli. Di alam, mereka terjadi pada ruang yang berbeda.
Gema (Echo) vs Gaung (Reverb)
Gema dan gaung merupakan fenomena yang hampir sama. Keduanya adalah efek audio berbasis waktu yang dihasilkan akibat pantulan suara pada permukaan keras. Perbedaan keduanya terletak pada waktu kedatangannya.
Gema terjadi memiliki waktu pantulan yang panjang, terjadi setelah bunyi asli. Sedangkan gaung memiliki waktu pantulan yang lebih singkat, terjadi hampir bersamaan dengan bunyi asli.
Apakah Gema dan Gaung Memberikan Efek yang Sama?
Menambahkan reverb ke ruangan menciptakan perasaan luas. Memberikan Anda lebih banyak ruang bagi suara untuk masuk dan dapat dapat membantu Anda menyatukan perbedaan antara track yang berbeda.
Menambahkan gema memberikan penegasan yang dinamis dengan pengulangan sinyal yang lirih tetapi tetap terdengar. Ia akan kembali dan “menyangkut” pada telinga pendengar. Namun, hati-hati terhadap waktu pantulan, gema yang terlambat kembali dapat mengganggu. Semua ini tentang keseimbangan.
Mana yang Lebih Baik? Gema atau Gaung?
Bukan tentang mana yang lebih baik. Namun, apa tujuan penggunaan keduanya. Dengarkan lagu yang sudah jadi tanpa adanya reverb sama sekali, Anda akan merasakan kekurangan ruang dan keluasan. Dengarkan lagu tanpa gema, Anda akan merasa kekurangan dinamika.
Kapan Menggunakan Gema?
Gema merupakan cara yang tepat untuk menghasilkan pengulangan bunyi pada interval yang tepat. Anda dapat menggunakannya untuk menciptakan beberapa dinamika dalam suatu track atau ketika Anda ingin menegaskan bagian tertentu dari suatu lagu agar lebih membekas di benak pendengar.
Kapan Menggunakan Reverb?
Gaung sangat penting untuk memberikan kedalaman pada komposisi Anda. Selain itu, mengaplikasikannya pada track memberikan ekspansi suara yang mulus dan terus menerus. Anda dapat menggunakannya untuk menambahkan keluasan pada lagu Anda. Membuat lagu menjadi tiga dimensi (3D sound).
Jika Keduanya Disatukan, Mana yang Diletakkan Terlebih Dahulu?
Ingin mengkombinasikan keduanya pada sebuah track maupun lagu? Anda mungkin bingung mana yang harus digunakan atau diletakkan pertama kali.
Gema biasanya diletakkan dulu sebelum reverberation. Jika gaung diletakkan terlebih dahulu sebelum gema maka akan terdengar muddy (ketidakjelasan suara akibat buruknya pemisahan antar instrumen dan track).
Kesimpulan
Echo atau gema terjadi setelah bunyi asli berhenti. Sedangkan reverb atau gaung terjadi ketika bunyi asli masih terdengar.
Keduanya dapat digunakan untuk efek musik. Namun, kurang tepat untuk merekam/siaran langsung pembicaraan seperti podcast, radio, rapat hingga seminar.
Akan tetapi, pada proses perekaman musik pun, jika gema maupun gaung terjadi tanpa kehendak Anda maka akan merusak hasil rekaman sehingga tetap harus diatasi menggunakan panel absorber dan acoustic foam yang bisa Anda dapatkan di MyStudio Acoustic Artwork. Pemesanan online silkana hubungi WhatsApp kami.
Ingin mendapatkan informasi bermanfaat dan menarik lainnya? Jangan lupa follow dan nyalakan notifikasi Instagram dan TikTok kami agar tidak tertinggal postingan terbaru.