Terdapat 2 perangkat yang biasa digunakan oleh produser musik ketika memproduksi musik di studio musik production, yaitu speaker monitor dan headphone.
Speaker monitor adalah perangkat yang paling banyak digunakan oleh produser musik apapun. Sebagian lainnya, lebih suka menggunakan headphone. Lantas perangkat apa yang paling baik di antara kedua itu?
Headphone vs Speaker: Mana yang Lebih Baik untuk Mixing?
Menentukan antara headphone atau speaker untuk ruang studio musik production sangat penting karena sangat berpengaruh atas hasil akhir musik/lagu yang diproduksi. Untuk menentukannya maka Anda harus mengenali kelebihan dan kekurangan masing-masing perangkat.
Mixing Menggunakan Headphone
Jika ruangan atau studio yang Anda gunakan untuk melakukan mixing belum mendapatkan treatment akustik maupun pengedap suara apapun maka menggunakan headphone akan memberikan keakuratan yang lebih tinggi. Secara lebih lengkap berikut kelebihan dan kekurangan headphone untuk mixing.
-
Response Bass Lebih Baik
Dibandingkan dengan speaker, respon bass yang diberikan oleh headphone lebih baik, terutama jika Anda tidak memiliki subwoofer.
Mayoritas speaker untuk studio minimalis tidak cukup mampu untuk memproduksi frekuensi sub-bass pada ruangan terbuka. Sementara headphone memiliki kemampuan memproduksi bass karena jaraknya dengan gendang telinga Anda jauh lebih dekat.
-
Bunyi Pantul Lebih Sedikit
Ini adalah keuntungan utama menggunakan headphone. Ketika Anda menggunakan speaker maka suara dari speaker akan menabrak dinding, atap, meja, cabinet, dan berbagai barang lain yang ada di dalam studio kemudian ia akan memantul.
Pantulan-pantulan suara tersebut akan mempengaruhi pendengaran Anda terhadap musik dan lagu yang pada akhirnya akan mempengaruhi keputusan-keputusan Anda dalam mengolah musik/lagu tersebut.
Itulah kenapa pada studio mixing professional, berbagai treatment akustik diterapkan agar pantulan-pantulan tersebut terkendali. Biayanya, tentu lebih mahal dibandingkan harga sebuah headphone maupun speaker.
Pada studio yang belum mendapatkan treatment atau hanya memiliki sedikit treatment akustik maka penggunaan headphone sangat menguntungkan karena suara akan langsung menuju telinga Anda. Ia tidak akan dipantulkan oleh berbagai objek di studio.
-
Harga Kemungkinan Lebih Murah
Jangankan harga headphone monitor yang lebih murah dibandingkan speaker monitor. Harga headphone biasa saja lebih murah dibandingkan speaker (tentunya dengan spesifikasi yang satu kelas).
Anda bisa mendapatkan headphone monitor mulai dari 400 ribu rupiah. Sementara Anda baru bisa mendapatkan satu set speaker monitor jika mengeluarkan setidaknya 1,2 juta rupiah.
Untuk produser musik dan lagu indie yang memiliki keterbatasan biaya produksi, headphone jelas menjadi opsi yang lebih baik.
-
Lebih Fleksibel
Ada saatnya Anda ingin melakukan mixing di luar studio agar tidak merasa suntuk. Menggunakan headphone memudahkan Anda untuk mixing di luar ruangan. Sementara itu, Anda tidak mungkin menggotong dua buah speaker ke luar studio.
-
Tidak Mengganggu dan Terganggu Orang Lain
Jika studio belum diberi pengedap suara maka suara dari speaker akan mengganggu orang lain. Pun, sebaliknya Anda akan terganggu suara orang lain sehingga tidak fokus mendengarkan lagu/musik tersebut.
Sementara bila Anda menggunakan headphone selama proses recording di studio musik production anda, maka hanya Anda yang akan mendengar musik/lagu tersebut. Volume lagu/musik yang keras dapat menyamarkan gangguan suara dari luar studio.
-
Potensi Gangguan Pendengaran
Sayangnya, penggunaan headphone dalam jangka waktu panjang dapat menganggu pendengaran. Terlebih ketika Anda mengeraskan volume. Terlebih karena tidak ada jarak antara driver headphone dengan telinga Anda.
Oleh karena itu, Anda mesti sering mengistirahatkan telinga Anda setelah menggunakan headphone selama berjam-jam.
-
Soundstage Akan Berbeda
Memproduksi musik/lagu menggunakan headphone akan menghasilkan soundstage yang berbeda. Sumber suara (headphone) berasal dari samping telinga, bukan dari depan sehingga kualita stereo musik tersebut nantinya akan berbeda apabila dikeraskan menggunakan speaker.
Mixing Menggunakan Speaker
Penggunaan speaker monitor pada ruang studio musik production dianggap sebagai aturan standar bagi produser musik. Alasan kenapa banyak produser musik lebih memilih speaker adalah:
-
Lebih Dekat Pada Keinginan Anda
Musik adalah seni, sebagai seorang seniman menciptakan musik yang jujur sesuai dengan kata hati Anda tentu sangat penting. Namun, ketika Anda menjadi produser musik yang akan dijual maka Anda mesti mengesampingkan idealisme tersebut.
Anda harus memikirkan bagaimana audiens akan mendengarkan musik tersebut. Musik-musik EDM, rock, dan dangdut/koplo seringnya akan diputar menggunakan speaker baik di klub, pusat perbelanjaan, transportasi umum hingga kendaraan pribadi sehingga akan lebih baik jika Anda menggunakan speaker selama memproduksi musik tersebut.
Untuk aliran musik lain sebenarnya juga berpotensi untuk diputar pada speaker, apalagi bila musik tersebut menjadi hits sehingga akan diputar di berbagai tempat umum.
Bila Anda melakukan mixing menggunakan speaker maka apa yang didengarkan oleh para audiens sama seperti yang Anda dengar selama proses mixing, sesuai dengan keinginan Anda.
-
Aman untuk Pendengaran
Anda tidak menempelkan langsung telinga Anda pada speaker. Sedekat apapun jarak antara Anda dan speaker tetap lebih jauh dibandingkan jarak telinga dengan headphone sehingga potensi kerusakan pendengaran akibat speaker lebih rendah dibandingkan headphone, terkebih bila Anda mendengarkan musik pada volume tinggi.
-
Proses Mixing Lebih Menyenangkan
Memproduksi musik menggunakan speaker terasa lebih menyenangkan. Biarkan musik memenuhi studio musik production. Akan ada sensasi lain yang tidak akan Anda dapatkan apabila mendengarkan musik melalui headphone.
Baca juga: 10 Rekomendasi Speaker Terbaik untuk Audiophile Room
Sayangnya, Anda Memerlukan Treatment Akustik
Segala kelebihan pada speaker tersebut hanya bisa Anda rasakan apabila studio mixing dilengkapi dengan treatment akustik dan pengedap suara.
Ketika ruangan tidak diberi treatment akustik maka ada banyak efek yang tidak Anda inginkan yang akan mempengaruhi proses mixing.
Namun, tidak perlu khawatir. Anda dapat meminimalisir dampak-dampak yang tidak Anda inginkan menggunakan barang-barang di sekitar Anda seperti menambahkan karpet dan menggantungkan gorden yang tebal untuk meredam gema. Jika memiliki sedikit budget maka Anda bisa menambahkan acoustic foam.
Jadi, Mana yang Mesti Dipilih?
Jika Anda memiliki studio musik production professional maka speaker monitor adalah pilihan terbaik untuk produksi musik.
Namun, bila studio musik yang Anda miliki adalah home studio yang menjadi satu dengan kamar tidur (artinya tidak memiliki treatment akustik maupun hanya mendapatkan sedikit treatment) maka headphone adalah pilihan yang lebih baik.
Apabila Anda memiliki cukup dana, tidak ada salahnya untuk memasang pengedap suara dan treatment akustik pada studio musik production anda dengan cara menghubungi WhatsApp MyStudio Acoustic Artwork. Informasi seputar akustik lainnya dapat Anda temukan di TikTok dan Instagram kami.