Seringkali peredaman suara di dalam ruang diartikan sebagai insulasi bunyi, yaitu upaya untuk menghambat agar bunyi tidak merambat ke luar ruangan. Kata “suara” sendiri menurut KBBI berarti bunyi yang dikeluarkan oleh makhluk hidup seperti manusia dan hewan, sedangkan “bunyi” memiliki arti yang lebih luas yaitu segala sesuatu yang ditangkap oleh indera pendengaran manusia dalam bentuk sinyal gelombang bunyi. Namun, peredaman suara sampai sekarang masih sering dianggap masyarakat umum sebagai insulasi bunyi.
Perlakuan terhadap insulasi bunyi (soundproofing) seringkali disamakan dengan akustik ruang (acoustic treatment), padahal dua hal ini memiliki prinsip yang jauh berbeda. Masyarakat sering menganggap bahwa bahan peredam bunyi yang lunak dan berpori seperti busa, karpet, dan gabus dapat menghambat bunyi agar tidak merambat keluar ruang. Anggapan tersebut tidak benar, namun tidak sepenuhnya salah karena memang sebagian kecil energi bunyi ketika menabrak material tersebut dipantulkan sehingga terjadi reduksi bunyi (transmission loss) di ruang sebelahnya, namun sebagian besar energi justru diserap yang artinya diteruskan ke ruang luar. Artinya, SEMAKIN BESAR KEMAMPUAN SUATU MATERIAL MENYERAP BUNYI, SEMAKIN BESAR PULA KEMAMPUAN UNTUK MENTRANSMISIKANNYA ATAU MENERUSKAN ENERGI BUNYI, sehingga justru semakin kecil nilai insulasinya. Untuk itu perlu mempertimbangkan kombinasi dari berbagai prinsip insulasi seperti massa, dekopling mekanik, penyerapan bunyi, resonansi, dan konduksi yang banyak kita baca dalam berbagai sumber.
Untuk lebih mudah memahaminya, kita bisa melihat dari analisis dari nilai insulasi bunyi (Sound Transmission Class) dari masing-masing struktur dinding. Pada gambar dapat dilihat perbandingan nilai STC dari sebuah dinding bata biasa, dinding bata dengan rangka kayu dan diisi mineral wool, serta dinding dobel yang memiliki celah udara 5cm. Dinding dobel memiliki nilai STC yang tertinggi (73dB) karena memiliki massa yang terbesar dan sistem dekopling dengan celah udara, sedangkan dinding bata dengan rangka kayu diisi mineral wool (53dB) memiliki penambahan STC sebesar 8dB dari dinding bata biasa. Jika anda memiliki dana lebih dan ruang sisa yang cukup besar maka dinding ganda akan jauh lebih menghambat bunyi keluar ruang (penambahan STC sebesar 28dB).

Dinding Bata Biasa Dinding Bata+Mineral Wool Dinding Bata Ganda Celah 5cm
Berbeda prinsipnya dengan insulasi bunyi, akustik ruang mempertimbangkan sifat bunyi di dalam ruang seperti pemantulan, penyerapan, dan penyebaran bunyi. Tujuan utama dari acoustic treatment adalah menyesuaikan nilai waktu dengung (reverberation time) agar sesuai dengan nilai ideal untuk suatu fungsi. Setiap fungsi ruang memiliki nilai waktu dengung yang berbeda-beda, sebagai contoh waktu dengung untuk ruang konser musik cenderung lebih panjang daripada ruang kelas. Kebutuhan nilai waktu dengung juga ditentukan oleh volume ruang, sehingga semakin besar volume ruang, semakin panjang pula waktu dengung yang dibutuhkan.
Kebutuhan Waktu Dengung Berbagai Fungsi Ruang (Cowan, 2000)

Hubungan Waktu Dengung Dengan Volume Ruang (Long, 2006)
Kebutuhan akan waktu dengung menjadi syarat utama dalam acoustic treatment. Jika waktu dengung ini terpenuhi maka, parameter akustik lain seperti clarity, definition, lateral fraction, ataupun speech transmission index dapat dibahas lebih jauh. Penyesuaian nilai waktu dengung ini dapat dilakukan dengan kombinasi material yang bersifat menyerap, memantulkan, dan menyebarkan bunyi. Material bersifat menyerap contohnya adalah busa, mineral wool, membran, dan karpet peredam. Sebaliknya material bersifat memantulkan contohnya adalah, papan multipleks, papan kayu solid, dan fiberglass. Sedangkan material yang bersifat menyebarkan bunyi memiliki permukaan yang kasar atau memiliki bentuk yang tidak beraturan seperti QRD diffuser.

Absorber Reflector Diffuser
Penyesuaian waktu dengung sedapat mungkin dilakukan di semua frekuensi, umumnya di frekuensi 125Hz-4000Hz dimana bunyi dari suara manusia dan musik sebagian besar terdapat dalam rentang frekuensi tersebut. Setiap material memiliki nilai serapan atau koefisien absorpsi yang berbeda-beda di setiap frekuensi. Rentang koefisien absorpsi berkisar antara 0-1, 0 berarti material tersebut menyerap 0% bunyi sedangkan 1 berarti material menyerap 100% bunyi. Kombinasi material yang tepat untuk menyesuaikan waktu dengung dalam sebuah ruang dapat meningkatkan kualitas bunyi di dalam ruang tersebut.

Koefisien Absorpsi Rockwool bungkus kain

Koefisien Absorpsi Jayabell R12 isi mineral wool
Penulis,
Bahana A.S. M.Sc.,
Mystudio Acoustic Consultant