Banyak orang yang telah merasa jengah dengan kebisingan yang mengganggu mereka bertanya apakah suatu ruangan dapat dibuat 100% kedap suara (soundproof)? Anda mungkin salah satunya.
Kebisingan merupakan hambatan bagi produktivitas. Mulai dari suara teriakan dan langkah kaki anak-anak, suara kegiatan konstruksi hingga suara orang-orang yang sedang mengobrol tanpa mengontrol volume suara mereka.
Anda pasti ingin “memusnahkan” seluruh kebisingan tersebut ketika Anda tengah bekerja. Sayangnya, sebuah ruangan tidak bisa dibuat 100% soundproof. Namun, bukan berarti Anda tidak dapat menyelamatkan diri Anda dari kebisingan tersebut.
Kebisingan Tidak Bisa Dibuat 0 dB
Sebelum membuat ruangan menjadi bebas dari kebisingan, ada hal yang perlu Anda ketahui bagaimana ruangan soundproof bekerja.
Ketika sebuah ruangan didesain agar kedap suara sejatinya ruangan tersebut didesain agar mampu meredam suara baik dari luar ruangan maupun dari dalam ruangan itu sendiri.
Lapisan-lapisan pengedap suara yang dipasang pada dinding, pintu, plafon, dan lantai dibuat agar mampu meredam intensitas suara sehingga ketika suara dari luar masuk ke ruangan, volumenya telah berkurang, begitu pula sebaliknya.
Misalkan, tingkat kebisingan di luar ruangan mencapai 70 dB. Kebisingan tersebut kemudian terdengar hingga dalam ruangan. Namun karena ruangan telah dilengkapi dengan peredam suara maka suara yang terdengar dari dalam ruangan kurang dari 70 dB, bisa hanya 50 dB bahkan 30 dB, pengurangan intensitas tersebut tergantung nilai STC maupun OITC dari pengedap suara yang dipasang pada ruangan.
STC (sound transmission class) dan OITC (outdoor/indoor transmission class) merupakan kemampuan suatu ruangan/peredam suara dalam meredam intensitas suara.
Misalkan, sebuah dinding memiliki nilai STC/OITC 30 dB, sedangkan kebisingan di luar ruangan adalah 70 dB maka ketika suara menembus dinding maka intensitasnya berkurang menjadi +/- 40 dB saja.
Suatu lapisan pengedap suara tidak mungkin mampu meredam suara hingga menjadi 0 dB karena sulit untuk mencapai nilai STC/OITC di atas 70 dB. Mayoritas lapisan pengedap suara memiliki nilai STC/OITC 60 dB ke bawah sehingga tidak mungkin sebuah ruangan menjadi 100% kedap suara.
Apa Beda STC dan OITC?
Perbedaan OITC dan STC adalah pada rentang frekuensi yang digunakan untuk menghitung. OITC memperhitungkan frekuensi 80 Hz-4000 Hz, sedangkan STC memperhitungkan frekuensi 125 Hz-4000 Hz.
Tingkat Kebisingan yang Dapat Ditoleransi Telinga Manusia
Apabila ruangan tidak mungkin dibuat kedap suara total, apakah artinya kita masih bisa mendengar kebisingan dari luar yang berarti kita tidak pernah bisa terbebas dari kebisingan-kebisingan menyebalkan tersebut?
Seperti yang tadi telah disebutkan, ruangan tidak bisa menjadi 100% soundproof bukan berarti Anda tidak bisa selamat dari kebisingan.
Telinga manusia memiliki batas toleransi dalam mendengarkan kebisingan. Ketika kebisingan yang tadinya di luar batas toleransi mampu diredam hingga mencapai titik toleransi pendengaran kita maka Anda akan menganggap kebisingan tersebut menjadi suara biasa yang tidak mengganggu, Anda akan fokus pada pekerjaan Anda hingga tidak sadar bahwa sebenarnya Anda mendengar suara tersebut.
Kebisingan dengan intensitas 70 dB merupakan batas maksimal toleransi pendengaran kita. Kebisingan 70 dB sebenarnya termasuk mengganggu dan dianggap mulai berbahaya bagi kesehatan pendengaran.
Sementar menurut WHO, suara dengan intensitas di atas 70 dB berbahaya bagi pendengaran, apalagi bila Anda mendengarnya setiap hari, pendengaran Anda akan cepat rusak.
Untuk lebih memahami tingkat intensitas suara, silakan perhatikan tabel berikut:
| Suara | Intensitas (dB) |
| Ruangan kosong/hening | 20 dB (aman) |
| Suara bisikan | 30 dB (aman) |
| Lingkungan perumahan yang tenang | 50 dB (aman) |
| Percakapan (sejauh 1 meter) | 60 dB (aman) |
| Ruang kelas yang ramai | 70 dB (mulai berbahaya) |
| Kereta api (sejauh 30 meter) | 80 dB (berbahaya) |
| Boiler room (ruang ketel) | 90 dB (berbahaya) |
| Lokasi konstruksi | 100 dB (sangat berbahaya) |
Bagaimana Cara Membuat Ruangan Kedap Suara?
Anda sudah tahu bahwa ruangan tidak mungkin 100% dibuat kedap suara. Berarti, Anda sudah siap untuk membuat ruangan menjadi soundproof. Berikut langkah-langkah dasar untuk menjadikan ruangan terbebas dari kebisingan.
1. Pahami Perbedaan Pengedap Suara dan Sound Absorption
Tidak sedikit orang yang bingung dengan istilah pengedap suara atau insulasi suara (soundproofing) dan penyerapan suara (sound absorption).
Sound absorption adalah fenomena di mana suara diserap sehingga intensitasnya berkurang. Sound absorption merupakan salah satu tahap dalam membuat sistem insulasi suara. Namun, ada 3 pekerjaan lain yang harus Anda lakukan agar ruangan menjadi soundproof, yaitu menambah massa permukaan ruangan, menutup seluruh celah, dan menerapkan sistem decoupling.
Apabila Anda hanya melakukan tindakan sound absorption maka pengedapan suara tidak akan berhasil, suara dari luar ruangan tetap terdengar jelas, tetapi suara gema di dalam ruangan akan berkurang.
2. Cari Tahu Tipe Kebisingan
Secara garis besar, terdapat 2 tipe kebisingan, yaitu airborne noise dan impact noise. Beda jenis kebisingan, beda pula tindakan peredaman yang harus dilakukan.
Airborne noise adalah kebisingan yang bertransmisi melalui udara seperti suara manusia, suara binatang, dan sebagainya. Kebisingan ini merupakan jenis kebisingan yang paling sering dipermasalahkan.
Sedangkan impact noise merupakan suara yang muncul akibat benturan. Contohnya adalah langkah kaki, dinding yang diketuk, barang-barang yang jatuh.
3. Pilih Material yang Tepat
Setelah Anda mengetahui apa jenis kebisingan yang ingin Anda redam, selanjutnya Anda dapat menentukan jenis material yang tepat.
Untuk meredam airborne noise, Anda dapat menggunakan material-material berikut:
-
Mineral wool (paling disarankan rockwool, tetapi bisa menggunakan glasswool)
-
Greenwool (alternatif mineral wool yang lebih ramah lingkungan dan lebih direkomendasikan untuk bangunan yang mengejar sertifikasi green building)
-
Rubber sheet maupun MLV (berfungsi untuk menambah massa)
-
Drywall/GRC board (berfungsi untuk menutup mineral wool dan rubber sheet agar ruangan terlihat lebih rapi. Selain itu untuk memantulkan suara kembali ke dalam ruangan agar tidak terlalu banyak suara yang “kabur” ke ruangan lain).
Untuk meredam impact noise, Anda memerlukan:
-
Rubber sheet maupun MLV
-
Karpet lantai
-
Wallpaper kain
-
Karpet peredam
Lalu, bagaimana cara menciptakan lapisan pengedap suara dari material-material tersebut agar mencapai nilai STC/OITC yang Anda inginkan? Langkah ini rumit, perlu perhitungan fisika maka Anda perlu berkonsultasi dengan spesialis pembuatan ruangan kedap suara MyStudio. Chat WhatsApp kami untuk konsultasi lebih lanjut secara gratis.
Kunjungi Instagram, TikTok, dan Youtube kami untuk melihat contoh ruangan yang telah dilengkapi dengan sistem insulasi suara dan bagaimana cara melakukan pengukuran akustik.