Ruangan yang masuk dalam kategori ruangan besar adalah segala ruangan yang ukurannya lebih dari 300 m kubik. Contohnya seperti concert hall besar dan hall teater. Sementara ruangan kecil contohnya adalah venue suatu klub dan bioskop. Ruang berukuran besar dan kecil memiliki akustik ruang yang berbeda.
Ketika gelombang suara menyebar dari suatu sumber suara di dalam ruangan kecil, suara ini akan melompat dan memantul dari seluruh permukaan di dalam ruangan kecil tersebut. Tergantung pada koefisien penyerapan (absorption coefficient) atau spesifik impedansi akustik secara suatu material, sebagian gelombang suara akan diserap material tersebut lalu diubah menjadi gelombang panas, sebagian lainnya ditransmisikan melalui material, sementara sebagian besar lainnya akan dipantulkan kembali ke udara. Efeknya adalah akumulasi energi yang berkelanjutan dan berputar di dalam ruangan.
Ketika gelombang yang berjalan dipantulkan dari dinding, dan terjadi fase terbalik pada 180 derajat, sebagaimana prinsip Huygens, ini dapat menyebabkan ketidakberaturan amplitudo dan pembatalan amplitudo melalui interferensi konstruktif dan destruktifnya dengan gelombang bergerak lainnya, tergantung pada proporsi batas-batas ruang.
Gelombang bergerak dengan pantulan gelombang tersebut akhirnya saling tumpang tindih, membentuk apa yang disebut dengan standing wave. Standing wave dapat menyebabkan perpanjangan peluruhan beberapa frekuensi, bahkan setelah sumber suara berhenti berbunyi.
Pada ruangan kecil, hal tersebut biasanya terjadi pada bass dan low frequency, Ruangan kecil biasanya memiliki pola gelombang rendah yang jarang dan respons impuls ruangan yang tidak merata di frekuensi rendah. Ini karena, tidak seperti ruangan besar atau ruang terbuka (di luar), frekuensi rendah di ruangan kecil tidak menyebar dengan baik. Artinya, energi frekuensi rendah tidak hilang dengan sendirinya di bawah frekuensi tertentu (disebut frekuensi Schroeder) untuk ruangan tersebut.
Apa Itu Room Modes?
Room modes adalah standing wave yang melekat pada setiap struktur, yang ditentukan oleh dimensi dan bentuknya. Ada 3 cara berbeda di mana gelombang berdiri dapat terjadi, yaitu mode aksial, tangensial, dan oblik pada suatu ruangan.
Untuk ruangan berbentuk kuadrat standar, distribusi modal dapat disimpulkan dari proporsinya menggunakan persamaan Lord Rayleigh yang sudah dikenal:
Apakah Ruangan yang Lebih Besar Juga Memiliki Mode Room?
Pada ruangan yang lebih besar, panjang gelombang frekuensi rendah memiliki kemungkinan untuk dipanjangkan secara penuh dan menghilangkan energi mereka. Meskipun begitu, mungkin masih ada akumulasi konten modal infrasonik, meskipun biasanya kita cenderung mengabaikan apa pun di bawah 20 Hz karena sebagian besar sistem pemutaran tidak mampu mereproduksi frekuensi ini, membatasi panjang gelombang yang bermasalah kita menjadi 17,15m, dan bahkan kelipatannya.
Room Modes Berbeda dengan Reverberation
Standing wave dan room mode merupakan bagian dari medan pantulan, tetapi gema adalah istilah yang lebih luas yang juga menangani konten frekuensi yang lebih tinggi. Gema pada dasarnya merupakan akumulasi dari semua jenis energi suara yang dipantulkan di dalam ruangan melintasi spektrum frekuensi.
Hal ini dapat didefinisikan sebagai waktu yang dibutuhkan oleh impuls awal untuk meluruh hingga 60 dB, meskipun untuk ruangan kecil mungkin tidak selalu memungkinkan untuk mengukur peluruhan hingga 60 dB, itulah sebabnya T30 atau T20 diberikan sebagai alternatif.
Berlawanan dengan ruangan kecil, ruangan yang lebih besar biasanya menunjukkan waktu gema yang lebih pendek untuk frekuensi rendah, dan peluruhan yang lebih lama untuk frekuensi yang lebih tinggi. Waktu gema biasanya diberikan dalam pita oktaf saat diukur.
Apa Bedanya Tujuan Akustik Ruang Besar dan Kecil?
Penting untuk diketahui bahwa tujuan akustik ruang ruangan berukuran besar dan kecil berbeda dalam hal produksi musik dan audio.
Tidak seperti di studio, ruangan besar seperti concert hall cenderung menciptakan area dengar yang seragam seluas mungkin di antara para penonton. Satu perbedaan umum dengan ruangan kecil adalah suara ini biasanya dalam format mono. Sementara pada studio atau audiophile room, sistem pemutaran biasanya dalam format multisaluran.
Lebih jauh lagi, ruangan yang lebih besar biasanya digunakan untuk mengatur pertunjukan dan rekaman langsung di mana teknik mikrofon dan tindakan pencegahan perlu diperhatikan yang khusus untuk akustik ruang. Misalnya, mungkin perlu mempertimbangkan penempatan mikrofon sebagai sarana untuk memperoleh flat frequency response dengan menghindari area penumpukan tekanan, atau meminimalkan feedback sehubungan dengan bidang pemantauan. Demikian pula untuk studio dan ruang dengar yang lebih kecil.
Teknik Treatment Akustik
Dikarenakan kita menggunakan ruangan besar dan kecil dengan tujuan yang berbeda, dan karena kedua raungan tersebut memiliki karakteristik akustik yang unik dan berbeda, prosedur treatment untuk masing-masing ruangan tidak selalu sama. Itulah kenapa Anda akan melihat penggunaan metode yang berbeda untuk setiap lingkungan akustik.
Ruangan Kecil
Permasalahan akustik ruang pada ruangan kecil biasanya seputar masalah bass sehingga treatment akustik yang dilakukan dapat berfokus pada kontrol bass. Beberapa langkah yang dapat dilakukan di antaranya adalah penggunaan absorber berpori atau menggunakan sistem resonansi berbasis tekanan seperti resonator helmholtz atau sistem penyerapan aktif.
Studio control room cenderung mengikuti metode treatment yang dikenal dengan istilah Live End Dead End (LEDE). Treatment ini diterapkan untuk mencapai pendengaran di mana pada posisi depan (di mana meja komputer/kontrol berada) bebas dari gema.
Sistem LEDE dilakukan dengan meletakkan beberapa absorber di sekitar meja kontrol dan pada first reflection point. Anda juga dapat menambahkan difusi pada studio, tetapi diffuser setidaknya dipasang dengan jarak 1,5 meter dari titik pendengaran.
Sisi belakang menjadi pilihan populer sebagian besar studio karena membantu membuka ruang dalam hal keaktifan dan musikalitas.
Ruangan Besar
Sebaliknya, ruangan besar cenderung memerlukan difusi dalam treatmentnya. Sehingga penggunaan diffuser lebih ditekankan. Contoh diffuser yang dapat digunakan pada ruangan besar adalah diffuser quadratic atau linear diffuser, bisa juga berupa kanopi panggung, perforated panel, slotted panel maupun slatted panel.
Saat mendesain ruang akustik ruangan besar seperti aula konser atau teater, sejumlah besar upaya dan teori dilakukan dan pemetaan tentang bagaimana suara dapat menyebar di dalam ruang sehingga dapat terdengar sama untuk setiap anggota audiens.
Bingung melakukan treatment akustik ruang untuk ruangan kecil maupun besar? Hubungi MyStudio untuk mendapatkan treatment akustik yang paling tepat untuk ruangan Anda berapapun ukurannya. Kunjungi Instagram, TikTok, Youtube kami untuk mendapatkan tips akustik lainnya.