Akustik ruang merupakan fenomena bagaimana gelombang suara berinteraksi dengan ruang-ruang di sekitarnya. Ketika interaksi tersebut menyebabkan pengalaman mendengarkan yang kurang menyenangkan seperti terdapat gema maupun gaung, artinya area tersebut memiliki kondisi akustik yang buruk.
Ketika Anda berada di area dengan suara-suara yang mengganggu maka Anda akan sulit untuk fokus dalam bekerja dan komunikasi menjadi tidak efektif. Namun, tidak perlu khawatir karena terdapat cara untuk mengatasi permasalahan-permasalahan akustik tersebut.
Apa yang Menyebabkan Akustik Menjadi Buruk?
Sebelum mencari solusi atas akustik ruang yang buruk, Anda perlu mengetahui apa saja penyebab akustik menjadi buruk. Mengetahui penyebab akustik buruk akan memudahkan Anda untuk mencari solusi atas permasalahan akustik tersebut.
1. Permukaan yang Keras
Permukaan yang keras merupakan penyebab utama terjadinya gaung dan gema. Ketika gelombang suara menabrak permukaan yang keras maka ia akan memantul kembali ke dalam ruangan yang sama, inilah yang menyebabkan suara di suatu ruangan sulit didengarkan.
Sementara permukaan-permukaan yang lunak seperti sofa, karpet, bantal, dan sejenisnya akan menyerap suara. Ketika sebagian suara terserap maka gaung yang terjadi akan berkurang.
Permukaan-permukaan keras di dalam ruangan yang paling sering berkontribusi atas buruknya akustik ruang di antaranya adalah:
-
Lantai yang tidak dilapisi karpet
-
Dinding kosong tanpa hiasan atau dekorasi apapun
-
Jendela tanpa tirai
-
Meja dan kursi metal
Suara akan memantul dengan bebas apabila di dalam suatu ruangan terdapat terlalu banyak permukaan yang keras, dan kekurangan permukaan lunak yang mampu menyerap suara. Semakin banyak suara yang memantul pada suatu area maka suara akan makin tidak nyaman didengarkan.
2. Langit-langit Ruangan yang Tinggi
Langit-langit ruangan yang tinggi akan membuat ruangan terkesan luas, selain itu membuat sirkulasi udara menjadi lebih baik, dapat mengatasi suhu udara yang panas.
Namun, langit-langit ruangan yang terlalu tinggi dapat menyebabkan reverberation time atau durasi terjadinya gema/gaung semakin lama. Kenapa hal tersebut bisa terjadi? Sebab, jarak antara langit-langit dengan permukaan di bawahnya (lantai, kursi, meja, dan sebagainya) menjadi jauh.
Suara yang memantul dari langit-langit akan berjalan di udara. Selama berada di udara tersebut maka Anda akan mendengarkan suara pantul tersebut. Ia baru akan berhenti terdengar ketika mencapai permukaan lain.
Ketika jarak antara langit-langit dengan permukaan lain, terutama permukaan-permukaan di bawahnya, cukup jauh maka suara pantul akan bertahan di udara dalam waktu yang cukup lama.
Itulah kenapa ketika Anda berada di ruangan dengan langit-langit tinggi seperti aula, gedung olahraga, dan stadion/stadium maka Anda akan mendengar gema yang seolah tiada henti.
3. Banyaknya Sumber Suara
Ketika Anda berada di tempat umum yang ramai seperti cafe, ada banyak sumber suara yang Anda dengarkan dalam waktu yang bersamaan seperti orang-orang yang mengobrol, suara pelayan/barista yang memanggil nama customer, suara langkah kaki, suara jalan raya hingga suara musik.
Anda pasti sangat paham bahwa sulit untuk mendengarkan suara lawan bicara Anda ketika berada di tempat tersebut. Hal ini membuktikan bahwa banyaknya sumber suara menghasilkan akustik ruang yang buruk.
4. Kurangnya Material Penyerap dan Penyebar Suara
Seperti yang sempat disinggung pada poin pertama, area atau ruangan yang kekurangan material penyerap suara (sound absorber) akan membuat suara memantul secara bebas.
Ketika gelombang suara menyentuh material penyerap suara maka sebagian besar intensitasnya akan diserap sehingga hanya sebagian yang dipantulkan, ini menyebabkan gema atau gaung di dalam ruangan berkurang.
Sementara itu, material penyebar suara (sound diffuser) akan memecah gelombang suara, kemudian suara yang telah dipecah akan disebar ke berbagai arah sehingga tidak mendominasi di satu titik saja.
Sound diffuser juga dapat mengatasi gelombang berdiri yang terjebak di antara dua permukaan paralel. Gelombang akan dipecah, dan arah pantulannya akan dialihkan sehingga gelombang suara itu tidak akan terjebak pada permukaan paralel tersebut.
Bagaimana Akustik yang Buruk Memengaruhi Orang-Orang?
Kenapa akustik ruang yang baik sangat diperlukan? Apa yang akan terjadi jika suatu area memiliki akustik yang buruk?
Permasalahan-permasalahan berikut akan Anda alami, apabila suatu area/ruangan memiliki akustik yang buruk.
1. Mengurangi Performa dan Produktivitas
Jika Anda tipe orang yang sulit berkonsentrasi di tempat yang ramai, Anda pasti sangat paham betapa sulitnya untuk belajar maupun bekerja ketika suara di sekitar Anda tidak kondusif.
Akustik yang buruk akan membuat suara-suara berisik tersebut bergema di dalam ruangan, mengakibatkan keramaian semakin bertambah, menyebabkan Anda semakin sulit berkonsentrasi. Akibatnya, performa kerja dan produktivitas Anda akan berkurang.
2. Gangguan Komunikasi
Akustik ruang yang buruk akan menimbulkan gangguan komunikasi di antara dua orang atau lebih. Anda akan sulit memahami perkataan lawan bicara karena keramaian di sekitar. Kemudian lawan bicara Anda akan meningkatkan volume suara mereka yang justru akan menambah keramaian.
Namun, gangguan komunikasi tersebut bukan hanya terjadi pada lingkungan yang ramai. Di dalam ruangan yang sepi dengan gema yang tinggi, komunikasi juga akan terganggu. Gema akan menyebabkan artikulasi seseorang kurang jelas.
Sayangnya, hal di atas kerap disalahartikan oleh si pembicara bahwa volume suara mereka kurang keras, padahal permasalahan utamanya bukan pada tingkat volume, melainkan pada kejelasan artikulasi akibat gema.
3. Privasi Berkurang
Ketika Anda mengeraskan volume suara akibat lawan bicara tidak dapat mendengarkan ucapan Anda maka orang lain di dekat Anda tanpa sengaja akan mendengar pembicaraan tersebut. Informasi yang seharusnya hanya diketahui oleh lawan bicara Anda akhirnya ikut diketahui oleh orang tersebut.
Bagaimana Cara Mengatasi Akustik Ruang yang Buruk?
Sekarang kita sampai pada pembahasan solusi mengatasi akustik yang buruk. Supaya akustik di suatu area menjadi lebih baik dan ideal, terdapat tahapan yang perlu Anda lakukan, yaitu:
1. Cari Sumber Masalah
Tahap pertama dalam memperbaiki akustik ruang adalah mencari sumber masalah seperti ruangan belum terlalu banyak celah sehingga membuat suara dari luar dapat terdengar dari dalam ruangan dengan jelas atau terlalu banyak permukaan keras yang menyebabkan gema, dan sebagainya.
Jika ruangan Anda belum dilengkapi dengan sistem insulasi suara maka kemungkinan besar, suara-suara eksternal yang datang dari luar ruangan akan berdampak negatif pada kondisi akustik di dalam ruangan. Sehingga, langkah paling awal yang perlu Anda lakukan adalah memasang sistem insulasi suara.
2. Perhatikan Penentuan Posisi
Akustik ruang berkaitan dengan penentuan posisi ruangan. Penentuan posisi tersebut terdiri dari:
-
Bentuk ruangan
-
Ukuran ruangan
-
Material-material yang digunakan untuk membangun ruangan maupun material interior ruangan
-
Jenis dan ketebalan pintu
-
Penempatan pengeras suara
Jika Anda mengalami masalah akustik ringan, Anda dapat melakukan penataan ulang ruangan seperti mengubah layout, mengganti material interior, mengganti jenis pintu (misalkan dari sliding door menjadi pintu bisa, dari pintu multipleks yang tipis menjadi pintu kayu solid yang tebal), dan sebagainya.
Namun, tidak semua masalah akustik dapat diatasi dengan penataan ulang ruangan. Jika permasalahan akustik yang Anda hadapi tergolong parah maka Anda perlu melakukan treatment akustik.
3. Fokus Pada Penyerapan Suara
Dalam melakukan treatment akustik, langkah yang paling awal harus dilakukan adalah fokus pada penyerapan suara.
Penyerapan suara sangat penting baik untuk membuat insulasi suara (soundproofing) maupun untuk meredam gema.
Dalam membuat insulasi suara, penyerapan suara merupakan salah satu prinsip dasar. Prinsip dasar insulasi sendiri terdiri dari 4, yaitu penambahan massa, penyerapan suara, decoupling, dan peredaman (dampening).
Sementara dalam mengatasi gema, penyerapan suara akan mengurangi suara yang memantul kembali ke suatu ruangan yang sama.
Material-material penyerap suara memiliki kontribusi besar dalam meredam gema dibandingkan material penyebar suara.
Anda dapat menambahkan material-material penyerap suara seperti:
-
Karpet pada lantai
-
Wallpaper kain pada dinding
-
Padded wall panel
-
Panel absorber pada langit-langit
4. Pertimbangkan Sound Diffuser
Penggunaan sound diffuser bukannya tidak penting, tetapi Anda dapat memikirkannya apabila permasalahan gema sudah teratasi. Jika Anda telah merasakan dampak positif dari penggunaan material penyerap suara maka selanjutnya Anda dapat mempertimbangkan penggunaan sound diffuser.
Bila Anda kesulitan untuk meningkatkan akustik ruang maka Anda dapat berkonsultasi dengan MyStudio konsultan akustik. Hubungi WhatsApp kami untuk diskusi lebih lanjut secara gratis. Kunjungi Instagram, TikTok, dan Youtube kami untuk melihat ruangan-ruangan yang telah kami tingkatkan kualitas akustiknya.