OH NO! REVIEW STUDIO MUSIK KEDOKTERAN UGM YANG MENGGUNAKAN YUMEN BOARD

OH NO! REVIEW STUDIO MUSIK KEDOKTERAN UGM YANG MENGGUNAKAN YUMEN BOARD

         Belakangan ini saya sering latihan band di studio musik di fakultas kedokteran UGM diajak teman saya yang kebetulan para alumni FK UGM. Studio ini terletak di kawasan FK UGM tepatnya di sebuah bangunan yang berbentuk joglo tepat di sebelah gedung pascasarjana FK UGM. Studio ini terletak di bawah tanah dari bangunan joglo tersebut. Karena letaknya di bawah tanah dan bangunan terpisah dari ruang ruang yang membutuhkan ketenangan, maka kebisingan bukan menjadi masalah yang serius. Lalu, apa yang menjadi keresahan saya? Mari kita tilik interior studio ini :D

Interior Studio Musik FKU UGM

         Ruang di bawah tanah ini memang untuk studio musik sebagai wadah kreasi para mahasiswa. Skitar 6-7 tahun yang lalu, anggaran disetujui untuk melakukan treatment akustik di dalam ruang ini. Pilihan treatment akustik jatuh pada yumen board. Dapat dilihat dalam foto, penggunaan yumen board dan karpet yang disusun vertikal ke atas di sekeliling dinding. Namun, dengan treatment yang “terlihat” sudah komplit, ternyata bunyi dalam ruang masih sangat mendengung. Apa yang terjadi? Mari kita telaah satu per satu dengan agak mendalam.

       Treatment menggunakan Yumen Board. Material ini cukup digemari di masyarakat, bentuknya yang simple dan pemasangannya yang mudah serta dipercaya sangat baik dalam meredam bunyi, benarkah? It’s all depends on the combination. Hampir semua material akustik tidak dapat berdiri sendiri, dia harus didukung oleh sistem yang menunjang kinerjanya, jadi harap lebih teliti dalam melihat brosur atau iklan di media, perhatikan material tersebut dikombinasikan dengan apa, biasanya sih dikasih bintang kecil (*) di atas supaya tidak terlalu diperhatikan, hehe. Kembali ke yumen board, sangat jarang bahkan mungkin hampir tidak ada data tentang NRC (Noise Reduction Coefficient) ataupun koefisien serap dari si Yumen ini, namun saya mendapatkan data dari ITB yang diukur di dalam anechoic chamber (satu-satunya di Indonesia) dan akan saya bagi saat ini.

     Dapat kita lihat dalam tabel di atas tentang koefisien serap dari Yumen Board dengan kombinasi tertentu. Dengan ketebalan dan celah udara tertentu menghasilkan performa akustik yang berbeda pula. Dengan adanya celah udara maka serapan di frekuensi low akan lebih maksimal. Sedangkan untuk frekuensi mid hingga high sebenarnya yumen ini TIDAK MENYERAP BANYAK (serapan dapat dianggap banyak jika melebihi 0,5 atau 50%). Di frekuensi tengah (frekuensi yang banyak menjadi acuan pengukuran pita suara tunggal akustik ruang) hanya 0,26 atau 26%. Keunggulan menggunakan yumen board adalah dia bisa berfungsi sebagai material insulasi pengganti gypsum sekaligus menyerap sebagian bunyi di dalam ruang. Lalu bagaimana kondisi di studio musik FK UGM?

        Ternyata Yumen Board hanya ditempelkan langsung di dinding, dan karpet di sampingnya hanya karpet tipis yang juga hanya dibentangkan begitu saja tanpa ada isian, sehingga tentu saja tidak terdapat serapan low yang banyak dan karpet tidak membantu banyak, karena karpet tipis hanya menyerap sedikit sekali bunyi (tidak sampai 3% di frekuensi 500Hz).

        Dengan kurangnya penyerapan, maka bunyi dari alat musik tidak jelas terlebih ketika semua alat musik berbunyi, ensemble sangat tidak jelas terutama di frekuensi low, bunyi bass drum sangat boomy, dan bass elektrik tidak jelas tonenya, sehingga vokalis kesulitan menentukan nada dasar. Hal ini akan menjadi masalah karena pemain musik akan mengalami persepsi yang berbeda dengan bunyi instrumen yang sebenarnya, dan akan kaget jika sudah di panggung karena bunyinya akan berbeda jauh dengan setting ketika di studio.

         Untuk mengetahui SEBERAPA sebenarnya waktu dengung yang ada setelah treatment, saya melakukan pengukuran luasan ruang dan perhitungan sederhana sebagai berikut :

Waktu dengung ruang (RT) diukur dengan rumus :

RT = 0,16 V / SA ;  V = Volume ; S = Luas Permukaan Ruang ; A = Koefisien Absorpsi

Studio memiliki dimensi 5,5m x 4,2m x 3,5m, maka volume = 81m3

Nilai SA diberi satuan Sabine yang artinya kapasitas serap per satuan luasan.

Perhitungan yang saya lakukan adalah di frekuensi 500Hz (Mid.)

 

Material

Luasan (m2)

Koef. Absorbsi (500Hz)

Sabine

Yumen

33

0,26

8,58

Karpet

33

0,03

1

Balok

11

0,01

0,11

Lantai

23

0,06

1,38

TOTAL

11,07

 

Dengan perhitungan di atas maka didapat

SA = 8.58 + 1+ 1,44 = 11

Maka, RT = 0,16V/Sa = 0,16 x 81 / 11 = 1,17 detik

         Waktu dengung yang terdapat di dalam studio sekarang adalah sekitar 1,17 detik. Untuk fungsi studio musik, angka ini terlalu tinggi, sebuah studio musik yang baik setidaknya memiliki waktu dengung ruang antara 0,4-0,6 detik agar bunyi tidak terlalu bergaung namun tidak terlalu mati (dead room). Gambar di bawah menunjukkan waktu dengung ideal sebuah studio musik berdasarkan volume ruangnya.

       Untuk mengatasi masalah dengung yang masih terlalu tinggi maka diperlukan adanya treatment akustik. Salah satunya adalah menambah jumlah serapan dengan menggunakan panel absorber. Kebutuhan berapa banyaknya serapan juga bisa dihitung. Misal kita menggunakan panel absorber berupa rockwool 60kg/m3 dibungkus dengan kain dengan ukuran 60x120cm yang mampu menyerap bunyi hingga 95%, maka perhitungannya adalah sebagai berikut :

                Untuk menekan waktu dengung (RT) sampai 0,6 detik maka diperlukan serapan sebesar :

                RT = 0,16V/Sa

                0,6 = 0,16 x 81m3 / SA

                SA = 21,6 Sabine

                Serapan Eksisting adalah 11 Sabine, maka kurang (21,6-11) = 10,6 Sabine

                1 panel absorber ukuran 60x120cm memiliki serapan sebesar = 0,95 x (0,6x1,2m) = 0,648 Sabine

                Maka Diperlukan sekitar 10,6 / 0,648 = 17 Panel Absorber

                Dengan menambah 17 Panel Absorber berukuran 60x120cm maka Waktu dengung menjadi =

                RT Treatment = 0,16 x 81 / 22 = 0,589 detik

                Misal harga satu panel adalah Rp 550.000, maka treatment akustik membutuhkan biaya =

                17 x Rp 550.000 = Rp 9.350.000

          Demikian ulasan mengenai yumen board, panel absorber, lengkap dengan perhitungan kebutuhan akustik hingga biaya yang dikeluarkan. Beberapa kesimpulan yang bisa ditarik dari pembahasan di atas adalah :

  1.  Hampir semua material akustik harus memiliki kombinasi yang tepat agar dapat berfungsi maksimal.
  2.  Yumen board hanya memiliki serapan di bawah 50%.
  3.  Keunggunlan Yumen board adalah material ini bisa berfungsi ganda yaitu sebagai insulasi bunyi pengganti gypsum board sekaligus sebagai material penyerap  bunyi untuk kebutuhan akustik ruang (walaupun tidak terlalu menyerap bunyi) serta bahannya yang ramah lingkungan (kayu dan semen).
  4.  Agar insulasi bunyi maksimal, yumen board harus didukung dengan rangka dan celah udara serta mineral wool seperti rockwool atau glasswool.
  5.  Tingginya waktu dengung di studio FKU UGM dapat membuat persepsi musik terganggu karena tone menjadi tidak jelas dan harmoni menjadi rusak.
  6.  FKU UGM setidaknya membutuhkan sekitar 10-11 sabine lagi agar mencapai waktu dengung ideal, atau sekitar 17 panel absorber rockwool 60kg/m3 tebal 5cm berukuran 60x120cm.

Sekian ulasan dari mystudio acoustic artwork, semoga bermanfaat. SALAM AKUSTIKA!!! :D

Penulis

 

Bahana Adiputra Siregar , S.T., M.Sc.

Mysudio Acoustic Interior Consultant

WhatsApp Call