Keefektifan Celah Udara (Airspace) untuk Menghemat Biaya Treatment Akustik Ruang Akustik

Keefektifan Celah Udara (Airspace) untuk Menghemat Biaya Treatment Akustik Ruang Akustik

Treatment akustik ruang jika kita artikan dalam artian sederhana adalah memperbaiki kualitas suara di dalam ruang agar dapat dinikmati dengan nyaman. Akustik ruang juga salah satu bagian yang penting dari proses insulasi ruang atau pembuatan studio musik. Tentunya kita sebagai pengguna ingin memiliki kualitas insulasi dan juga akustik yang maksimal. Kali ini yang akan kita bahas adalah pemanfaatan airspace untuk menghemat biaya treatment akustik ruang. Penggunaan airspace dalam pembuatan sebuah studio, selain dapat membantu insulasi ruang juga dapat memperbaiki kualitas akustik ruang.

Berdasarkan beberapa pertanyaan dari customer MyStudio, seringkali muncul pertanyaan, seberapa tebalkah mineral wool yang harus digunakan untuk mendapatkan kualitas ruang yang baik? Beragamnya pilihan ketebalan mineral wool 2 cm hingga 20 cm, seringkali membuat bingung customer harus memilih bahan peredam yang bagaimana. Kali ini kita akan membandingkan efektivitas penggunaan rockwool dengan airspace dan tanpa airspace. Adapun cara yang tim MyStudio gunakan untuk membandingkan ini semua adalah dengan menggunakan, Porous Absorber Calculator.

Adapun data yang kami dapatkan adalah sebagai berikut 

 

Perbandingan Rockwool 5 cm dengan Rockwool 5 cm + Airspace 5 cm

Garis biru pada grafik tersebut menggambarkan absorption coefficient rockwool 5 cm, sedangkan garis hijau menggambarkan absorption coefficient rockwool dengan diberikan airspace sebesar 5 cm. Apabila melihat grafik tersebut dapat kita lihat bahwa keduanya memiliki kemampuan serap yang cukup baik di area high dan juga mid, akan tetapi jika kita perhatikan lebih detail dengan hanya menambahkan airspace sebesar 5 cm, kemampuan penyerapan rockwool + airspace lebih baik pada area mid high dan juga mid low nya.

Pada frekuensi 100 Hz contohnya jika kita bandingkan rockwool yang menempel langsung pada dinding mendapatkan absorption coefficient 0,1, sedangkan rockwool + airspace 5 cm mendapatkan absorption coefficient sebesar 0,2. Pada Frekuensi 200 Hz jika kita bandingkan rockwool yang menempel langsung pada dinding mendapatkan absorption coefficient 0,2, sedangkan rockwool + airspace 5 cm mendapatkan absorption coefficient sebesar 0,4

 

Perbandingan Rockwool 10 cm dengan Rockwool 5 cm + Airspace 5 cm

Garis biru menggambarkan absorption coefficient rockwool 10 cm, sedangkan garis hijau menggambarkan absorption coefficient rockwool 10 cm + Airspace 5 cm. Jika dibandingkan kedua opsi tersebut, ternyata absorption coefficient yang dihasilkan tidaklah berbeda jauh

Berapa Lebar Airspace yang Efektif? Apakah Semakin Besar Semakin Efektif?

Melihat airspace sangat efektif dalam meningkatkan absorption coefficient, bukan berarti mengeksploitasi airspace akan menyelesaikan semua masalah. Paling tidak perbandingan airspace dengan ketebalan rockwool adalah 1 : 1 (satu banding satu). Airspace yang terlalu besar dapat menimbulkan masalah pada beberapa frekuensi, seperti hal nya grafik di bawah ini :

 

Alih-alih ingin meningkatkan absorption coefficient dengan menggunakan treatment rockwool 5 cm + airspace sebesar 20 cm, absorption coefficient pada frekuensi diantara 500 hz dan 1000 hz justru mengalami penurunan yang cukup banyak. Untuk menghasilkan absorption coefficient yang stabil dan seimbang penggunaan perbandingan 1 : 1 perlu sangat diperhatikan.

Email : mystudio.indo@gmail.com

Wa/ Telepon : 081226549069

Website : www.mystudio.co.id

WhatsApp Call