Cacat-Cacat Akustik Pada Gedung Pertunjukan

Gedung pertunjukan merupakan suatu tempat yang dipergunakan untuk mempergelarkan pertunjukan. Untuk mendapatkan kualitas pertunjukan yang baik, tidak hanya dibutuhkan viewing yang bagus saja, akan tetapi juga dibutuhkan kualitas bunyi yang juga baik. Hampir seluruh pertunjukan, baik itu pertunjukan musik, teater, ataupun tari pasti membutuhkan musik ataupun sound juga khususnya pada pertunjukan teater membutuhkan akustik yang baik agar suara aktor yang tampil dapat terdengar dengan jelas. Untuk mendapatkan kualitas tersebut tentunya dibutuhkan beberapa sarat yang terpenuhi.

Persyaratan Tata Akustik Gedung Pertunjukan

Persyaratan tata akustik gedung pertunjukan yang baik dikemukakan oleh Doelle (1990:54) yang menyebutkan bahwa untuk menghasilkan kualitas suara yang baik, secara garis besar gedung pertunjukan harus memenuhi syarat : kekerasan (loudness) yang cukup, bentuk ruang yang tepat, distribusi energi bunyi yang merata dalam ruang, dan ruang harus bebas dari cacat-cacat akustik.

Cacat-Cacat Akustik Pada Gedung Pertunjukan

Cacat akustik merupakan kekurangan-kekurangan yang terdapat pada pengolahan elemen pembentuk ruang gedung pertunjukan yang menimbulkan permasalahan akustik. Adapun cacat akustik yang biasa terjadi pada sebuah gedung pertunjukan yang tidak di desain dengan baik menurut Doelle (1990:64)

ada delapan jenis, yakni: gema/echoes, pemantulan yang berkepanjangan (long - delayed reflections), gaung, pemusatan bunyi, ruang gandeng (coupled spaces), distorsi, bayangan bunyi, dan serambi bisikan (whispering gallery).

Gema (echoes) merupakan cacat akustik yang paling berat, terjadi bila bunyi yang dipantulkan oleh suatu permukaan tertunda cukup lama untuk dapat diterima dan menjadi bunyi yang berbeda dari bunyi yang merambat langsung dari sumber suara ke pendengar. Terkait dengan hal ini Mills (1990:28) berpendapat: Reflections off large plane surfaces risk being heard as echoes, that is discrete delayed repetitions of the direct sound. Jadi pemantulan suara yang mengenai permukaan datar yang lebar beresiko terdengar sebagai gema, yang ditandai dengan adanya penundaan yang berulang-ulang dari bunyi langsung.

Pemantulan yang Berkepanjangan (Long -Delayed Reflections) adalah cacat akustik yang sejenis dengan gema, tetapi penundaan waktu antara penerimaan bunyi langsung dan bunyi pantul agak lebih singkat, sedangkan gaung merupakan cacat akustik yang terdiri atas gema-gema kecil yang berturutan dengan cepat. Peristiwa ini dapat diamati bila terjadi ledakan singkat seperti tepukan tangan atau tembakan yang dilakukan di antara dua permukaan dinding atau pemantul bunyi yang sejajar dan rata.

Waktu dengung (reverberation time) berperan penting dalam menciptakan kualitas musik dan kemampuan untuk memahami suara percakapan dalam ruang. Ketika permukaan ruang memiliki daya pantul yang tinggi, bunyi akan terus memantul atau menggema secara berlebihan sehingga mengakibatkan bunyi tidak dapat didengar dan dimengerti dengan jelas .

Pemusatan Bunyi atau disebut juga dengan hot spots atau titik panas, merupakan cacat akustik yang disebabkan oleh pemantulan bunyi pada permukaan-permukaan cekung.Intensitas bunyi di titik panas sangat tinggi dan merugikan daerah dengar karena menyebabkan distribusi energi bunyi tidak dapat merata

Ruang Gandeng (Coupled Spaces) merupakan cacat akustik yang terjadi bila suatu ruang pertunjukan berhubungan langsung dengan ruang lain seperti ruang depan dan ruang tangga, maka kedua ruang tersebut membentuk ruang gandeng. Selama rongga udara ruang yang bergandengan tersebut terbuka maka masuknya bunyi dengung dari ruang lain tersebut akan terasa meski dengung di dalam ruang pertunjukan telah diatasi dengan baik.Gejala ini akan mengganggu penonton yang duduk dekat pintu keluar masuk yang terbuka.

Distorsi merupakan cacat akustik yang disebabkan oleh perubahan kualitas bunyi yang tidak dikehendaki. Hal ini terjadi akibat ketidakseimbangan atau penyerapan bunyi yang terlalu besar oleh permukaan-permukaan dinding.

Bayangan Bunyi merupakan cacat akustik yang terjadi apabila bunyi terhalang untuk sampai ke penonton. Gejala ini dapat diamati pada tempat duduk di bawah balkon yang menonjol terlalu jauh dengan kedalaman lebih dari dua kali tingginya.

Serambi Bisikan (Whispering Gallery) merupakan cacat akustik yang disebabkan oleh adanya frekuensi bunyi tinggi yang mempunyai kecenderungan untuk merangkak sepanjang permukaan-permukaan cekung yang besar (kubah setengah bola). Suatu bunyi yang sangat lembut seperti bisikan yang diucapkan di bawah kubah tersebut akan terdengar pada sisi yang lain. Meskipun gejala ini kadang menyenangkan dan tidak merusak, akan tetapi tetap saja merupakan suatu keadaan yang tidak diinginkan bagi akustik yang baik.

Menangani Cacat Akustik Pada Gedung Pertunjukan

Untuk menghindari cacat Akustik pada pembuatan gedung pertunjukan sebaiknya kita memerhatikan setiap aspek termasuk menggunakan panel akustik dalam perancangan gedung pertunjukan. Tidak hanya itu saja bahkan untuk membuat gedung profesional, ukuran ruang, tinggi ruang akan mempengaruhi kualitas akustik dalam ruangan tersebut. Sebelum menggunakan panel akustik ada beberapa persiapan yang harus dipersiapkan, adalah sebagai berikut :

  1. Berapa banyak panel yang dibutuhkan? 
  2. Berapa banyak biayanya?
  3. Dapatkah panel itu dibuat sendiri?
  4. Dimanakah saya akan taruh panel tersebut?

Panel akustik tidak bisa diletakan pada sembarang tempat. Peletakan yang salah tentunya tidak akan menghasilkan fungsi yang maksimal. Perlu bimbingan dari ahli untuk menentukan peletakan dari panel-panel akustik tersebut. Panel akustikpun tidak bisa dibuat asal-asalan, bahan-bahan yang digunakan dan juga bentuk dari panel akustik tersebut akan mempengaruhi efeknya terhadap pantulan bunyi yang dihasilkan. 

 

WhatsApp Call