5 STUDIO MUSIK KEREN VERSI MYSTUDIO

5 STUDIO MUSIK KEREN VERSI MYSTUDIO

       Kali ini mystudio akan membahas mengenai studio-studio musik yang keren di seluruh dunia. Studio musik yang keren harus dapat menjawab kebutuhan akustik ruang dan tidak melupakan aspek estetika. Di samping kondisi akustik ruang baik, estetika juga memberikan pengaruh yang besar dalam kesuksesan sebuah studio musik bahkan terkadang lebih besar daripada desain akustik ruang itu sendiri. Perpaduan desain interior dan akustik yang ‘apik’ akan melancarkan bisnis dalam produksi musik. Berikut adalah studio musik keren versi MYSTUDIO :

  1. Muscle Shoals Sound Studio (FAME Studio)

         Studio musik ini sangat terkenal karena telah memproduksi musik dari band-band terkenal seperti The Rolling Stones, Rod Stewart, Aretha Franklin, Elton John, dan Bob Dylan. Studio berada di Sheffield, Alabama, USA. Studio musik dibangun di tahun 1969, namun bangunan itu sendiri telah berdiri sejak 1946 yang awalnya berfungsi sebagai showroom peti mati. Studio telah beroperasi secara komersil hingga 2005 yang akhirnya diputuskan untuk masuk ke dalam National Register Historic Places dan sekarang berfungsi sebagai objek wisata, namun beberapa permintaan khusus untuk rekaman masih diterima.

sumber : matadornetwork.com

sumber : fame2.com

       Studio ini merupakan salah satu pionir desain studio musik. Penggunaan panel-panel penyerap dan diffuser merupakan sejarah awal dalam desain akustik ruang modern. Panel-panel kayu slotted vertikal di dinding berfungsi sebagai penyerap bunyi frekuensi rendah sedangkan panel absorber fissured berwarna putih tulang berfungsi sebagai penyerap bunyi frekuensi tinggi. Penggunaan diffuser di langit-langit juga berfungsi untuk memecah bunyi sehingga tidak terjadi flutter echo dari bidang paralel, diffuser jenis ini biasa disebut dengan radiator. Ruang operator dan vocal booth dibuat dengan bentuk yang miring untuk menghindari flutter dari dinding.

       Secara estetika, studio ini bertema vintage dengan elemen kayu-kayu natural sehingga berkesan hangat. Penggunaan lighting dengan warna yang bermacam-macam juga memberi kesan yang berbeda sehingga ruang menjadi lebih menarik.

  1. Jay Demarcus Home Studio (The Grip 2)

         Studio keren kedua versi MYSTUDIO adalah studio milik seorang produser Jay Demarkus yang terletak di kediamannya sendiri di Nasville, USA. Studio ini sangat maksimal dari segi desain akustik, interior, dan sound systemnya, bahkan desainernya sendiri (Carl Tatz) mengatakan “sebuah studio pribadi yang paling ambisius yang pernah dibuat”. Ya memang benar, studio ini sering sekali muncul di google jika kita ingin mencari informasi tentang studio musik.

sumber : carltatzdesign.com

sumber : carltatzdesign.com

        Bagaimana tidak, dari segi desain akustik, insulasi dibuat berlapis dengan dinding yang tebal, lantai floating, dan plenum (ruang di atas plafon) yang cukup luas, sehingga insulasi bunyi bekerja maksimal. Penggunaan batu alam sebagai elemen desain akustik juga merupakan tindakan yang berani karena tingkat sebaran bunyi oleh batu tidak dapat diprediksi secara pasti, namun secara visual, batu alam tersebut terlihat sangat elegan. Penggunaan diffuser berupa radiator diaplikasikan pada sebagian dinding dan hampir keseluruhan plafond sehingga meminimalkan adanya flutter echo. Selain itu juga digunakan beberapa semicylindrical diffuser yang juga berfungsi menyebarkan bunyi hingga frekuensi rendah. Vocal booth pun dibuat di ujung ruang menyatu dengan ruang studio, dan si pemilik menyebutkan dengan phone booth karena di dalamnya sengaja dia masukkan telepon umum sebagai dekorasinya.

      Secara estetika, pemilihan batu alam, elemen kayu, dan fabric warna merah menciptakan karakter ruang yang unik dengan nuansa elegan, hangat, dan bergairah membuat penggunanya tidak bosan berada di dalam ruang dalam jangka waktu yang lama. Tidak tanggung-tanggung juga penggunaan spot light dan downlight yang cukup banyak juga merupakan kunci dalam memperindah interior ruang.

  1. Lakeview Montana Home Studio

         Sebuah rumah super mewah yang berada di Montana, USA memiliki sebuah studio yang super mewah pula. Tidak hanya mewah dengan interior yang maksimal, namun juga dari sisi desain akustik juga maksimal. Insulasi dalam studio ini tidak diragukan lagi performanya karena terletak di basement, selain itu juga berada di tengah dalam layout rumah tersebut. Plafond dibuat sedemikian rupa juga berfungsi untuk menghindari adanya bidang yang paralel sehingga flutter echo dapat di atasi. Penggunaan bass trap di setiap ujung ruang juga difungsikan untuk menyerap bunyi di frekuensi rendah. Diffuser di bagian dinding pendek juga berfungsi menyebarkan bunyi ke seluruh ruang. Finishing baru alam juga diterapkan di studio ini guna memaksimalkan tingkat sebaran bunyi. Peletakan kaca yang miring juga tidak tanggung-tanggung sehingga memaksimalkan sebaran dan insulasi bunyi ke ruang sebelahnya. Tidak hanya studio saja yang didesain mewah, ruang kontrol juga dibuat menyerupai ruang studio namun bedanya adalah dinding ruang kontrol bersifat menyerap bunyi.

sumber : pinterest.com

sumber : pinterest.com

        Kesan mewah dan elegan ditimbulkan melalui material-material yang berkualitas tinggi dengan finishing yang maksimal. Material kayu finishing melamin, batu alam coated, fabric yang lembut digunakan. Bentukan plafond yang bertingkat menciptakan karakter ruang yang unik. Selain itu juga perpaduan lighting yang manis membuat ruang terkesan mewah, hangat, namun lembut sangat sesuai untuk ruang hiburan bagi seluruh keluarga yang berada di rumah tersebut.

  1. Blackbird Studio A

          Sebagian musisi pasti tahu dengan blackbird studio. Studio rekaman ini sangat terkenal di Amerika dan telah memiliki banyak klien musisi ternama seperti Taylor Swift, Evanescene, The Maverick, Creed, Alterbridge, Steven Tyler, dan masih banyak lagi. Blackbird memiliki 9 studio yang dinamai dengan studio A-I dan yang paling menarik adalah studio A dan D namun Mystudio akan membahas studio A. Studio A merupakan studio yang paling besar di dalam Blackbird. Studio A memiliki semua yang dibutuhkan untuk musik mulai dari peralatan rekam, alat musik, akustik ruang, sampai nuansa interiornya. Blackbird memiliki equalizer yang katanya terbaik di dunia yaitu NEVE 8078. Lebih uniknya lagi, studio A memiliki plafon akustik yang fleksibel (adjustable) ketinggiannya sehingga waktu dengung ruang dapat disesuaikan menurut kebutuhan.

sumber : blakbirdaudiorentals.com

sumber : blakbirdaudiorentals.com

        Secara akustik yang paling menarik adalah plafonnya, di seluruh permukaan plafon terpasang panel-panel skyline diffuser yang dapat di atur ketinggiannya di setiap baris panel. Pemasangan panelnya pun tidak datar namun dibuat miring sehingga sebaran bunyi dapat maksimal. Tidak hanya plafon yang dapat disesuaikan, namun panel akustik dinding juga dapat disesuaikan apakah ingin menggunakan absorber atau diffuser. Panel dinding dapat dibuka tutup sesuai kebutuhan, jika ingin menggunakan absorber maka posisi tertutup, sedangkan jika ingin waktu dengung yang lebih panjang maka menggunakan diffuser dalam keadaan panel terbuka. Jika dilihat secara mendetail, maka dapat kita lihat banyak bidang-bidang yang sengaja dibuat miring agar menghindari adanya flutter echo.

        Walaupun secara akustik dan peralatan sangat mumpuni, namun desainernya juga tidak melupakan aspek estetika. Panel-panel dibuat dengan finishing kayu tampak padu dengan fabric merah. Nuansa putih dengan lighting warm white juga diterapkan pada diffuser dan dinding polos untuk menimbulkan kesan bersih, professional dan modern. Tidak diragukan lagi Studio A merupakan salah satu studio musik terbaik di dunia.

  1. Studio Musik Bagong Kassudiardja

        Setelah membahas banyak studio musik di Amerika Serikat, Indonesia juga memiliki studio yang berkelas. Terletak di Yogyakarta, terdapat studio musik milik padepokan Bagong Kassudiardja yang merupakan sanggar seni berbagai kalangan seniman. Menarik sekali jika menilik studio ini, dengan material-material lokal justru menimbulkan kakarter tersendiri bagi studio ini, sangat bernuansa etnik kontemporer. Mari kita tinjau konsep dan material yang digunakan dalam studio ini.

sumber : neymarjrfun.club

sumber : dokumen pribadi

         Banyak sekali material akustik yang dipakai dalam studio ini. Mulai dari batu alam yang dipasang di belakang drumset agar menimbulkan karakter dengung yang khusus, kemudian lambersiring yang dipasang sampai ketinggian 1,5m sebagai penyerap bunyi di frekuensi tengah, kemudian ada juga jayabell yang dipasang di langit langit yang juga berfungsi menyerap bunyi di frekuensi tengah dan rendah, kemudian penggunaan kain kain penyerap frekuensi tinggi yang dibentuk melengkung menambah kesan magis dalam studio ini. Tidak lupa juga panel penyerap di bagian belakang untuk menyerap sebagian bunyi di dalam ruang. Ada juga ornamen-ornamen lokal yang menarik yang juga dapat berfungsi sebagai diffuser.

sumber : dokumen pribadi

sumber : dokumen pribadi

         Kesan etnik kontemporer terasa kental di dalam studio ini. Warna-warna kayu natrual, penggunaan kain-kain, batu alam, bambu, pintu gebyok, dan ornamen-ornamen bertemakan etnik mewarnai karakter studio ini. Kesan yang ditimbulkan cukup ramai dan membuat musisi yang bermain musik di dalamnya merasa terinspirasi. Tidak dapat dipungkiri bahwa studio ini merupakan salah satu studio terbaik di Yogyakarta, bahkan Indonesia.

 

Penulis,

 

Bahana A. Siregar, S.T., M.Sc.

Mystudio Acoustic & Interior Architect

 

 

 

 

WhatsApp Call